DESAIN PEMODELAN GRAFIK JURNAL 1

JUDUL PEMBUATAN APLIKASI TATA RUANG TIGA DIMENSI GEDUNG SERBA GUNA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY
REFERENSI JURNAL

Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah Swt yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga tersusunnya tugas makalah ini.
Dalam tugas ini yang akan saya bahas adalah tentang pemodelan desain grafik. Didalam menyelesaikan makalah ini, saya menyadari masih banyak kekurangannya, untuk itu penyusun mengharapkan tegur, sapa atau kritik demi perbaikan yang akan datang.
Saya pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama dosen softskill saya Ibu Yuli Maharetta yang telah membimbing dan menjelaskan demi tercapainya penyelesaian tugas makalah ini.

Penulis membuat aplikasi tata ruang secara 3D dengan augmented reality yng diharpkan berguna bagi pengguna untuk menunjukkan gedung graha ITS yang interaktif dan akurat. Permasalahan dari penulis adalah membangun tampilan dekorasi gedung secara 3D, yang dimana diharapkan juga agar pengguna dapat mendekorasi ruangan graha ITS dengan item yang tersedia. Sehingga pengguna dapat mengetahui tata ruang gedung dan dapat melakukan dekorasi virtual tanpa harus datang ke lokasi tersebut.

Namun penulis ingin meningkatkan pemasaran gedung tersebut dengan adanya teknologi komputer karena dianggap lebih relevan. Dimana penulis inginmemberikan teknik visualisasi 3D dalam pemasaran sebagai nilai tambah dalam strategi pemasaran. Dalam hal ini, penulis memilih solusi augmented reality.

Tujuan aplikasi ini bagi penulis adalah memanfaatkan dan mengenalkan teknologi augmented reality dalam pembuatan sketsa bagian dalam dan sekitar gedung graha ITS secara 3D. dan calon pengguna gedung menjadi lebih memahami sudut bangunan gedung, luas, dan tata ruang tanpa harus datang ke lokasi. teori yang digunakan Virtual Reality, Unity 3D Engine, Perangkat Lunak Pembuat Denah 2D dan 3D & Perangat Lunak Pengolah Gambar.

Aplikasi menggunakan teknologi VR dengan menggunakan marker, yang jumlahnya kurang lebih 50 marker. Marker dibaca oleh sistem dan tersorot kamera serta pencahayaan yang cukup. Di menu pengguna dapat memilih tingkat bangunan, bagian bangunan, hingga ruangan. Tahap pembuatan marker harus diperhatikan guna mengurangi kesalahan sistem dalam menerjemahkan input. Dilakukan dari proses pencarian hingga pembacaan, jika gagal maka akan terjadi hal yang diluar perkiraan. Yang selanjutnya penggunakan akan dialihkan ke aplikasi Unity3D sehingga pengguna dapat melihat tata ruang 3D. Yang dimana pengguna dapat melakukan beberapa interaksi seperti merubah warna, melihat objek dari sudut berbeda, serta harga ruangan yang disewakan.

D. Kelebihan dan Kekurangan :
Kelebihan :
1. Gambar terlihat lebih indah dan nyata
2. Dapat meningkatkan kualitas pemasaran dengan tambahan teknologi augmented reality
3. Kreatifitas manusia meningkat
4. Adanya interaksi antara virtual realiry dan augmented reality namun tidak saling berbenturan.
5. Mempermudah penataan objek nyata dengan adanya penataan objek 3D yang melakukan pemisahan ruangan-ruangan yang ada di gedung tersebut.

Kekurangan :
1. Masih sulitnya proses pembuatan
2. Mempertimbangkan faktor cahaya antara objek nyata dengan objek 3D
2. Kurangnya kelengkapan kondisi grafik dikarenakan fitur yang terbatas.

Refrensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_reality
http://www.theverge.com/a/virtual-reality
https://www.oculus.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s